KEBIJAKAN MANAJEMEN PADA KETIDAKBERPIHAKAN

Top Manajemen PT. Tafa Sertifikasi Indonesia berkomitmen untuk menjamin terjaganya ketidakberpihakan melalui pelaksanaan proses sertifikasi yang bebas dari tekanan baik itu tekanan yang muncul akibat kegiatan komersial maupun tekanan yang timbul dari aspek finansial.

Untuk mencapai tujuan di atas maka Manajemen berkomitmen untuk mengendalikan resiko yang terkait dengan ketidakberpihakan melalui kegiatan identifikasi, analisa, pemantauan, evaluasi dan pendokumentasian baik itu muncul dari aktifitas internal ataupun dari pihak lain.

Tafa Sertifikasi Indonesia berkomitmen untuk tidak akan memberikan layanan sertifikasi selama masih ada ancaman terhadap ketidakberpihakan (contohnya; permintaan layanan sertifikasi dari anak perusahaan PT. Tafa Sertifikasi).

Top Manajemen akan mengkaji ulang semua resiko untuk memastikan bahwa resiko-resiko yang ada masih dalam batas kewajaran.

Proses assesmen resiko melingkupi proses identifikasi dan konsultasi dengan pihak-pihak berkepentingan yang juga bertujuan untuk menunjukkan sikap keterbukaan dan mengetahui pendapat publik. Proses ini harus dilaksanakan dengan prinsip seimbang antara pihak satu dan lainnya.

Dalam upaya menjaga ketidakberpihakan maka PT. Tafa Sertifikasi Indonesia berkomitmen untuk:

  1. Menjamin auditor, tenaga ahli, komite dan orang-orang yang kegiatannya terkait dengan layanan sertifikasi memiliki komitmen yang kuat terhadap ketidakberpihakan yang ditunjukkan dengan kesediaan menandatangani dokumen “Declaration of Non Conflict of Interest”.
  2. Memastikan semua personil atau komite yang terlibat dalam kegiatan layanan sertifikasi harus bertindak professional dalam menjaga ketidakberpihakan.
  3. Memastikan auditor dan atau tenaga ahli yang terpilih tidak memiliki hubungan dengan klien yang akan disertifikasi atau minimal telah melewati 2 (dua) tahun dari masa kerja terakhir personil tersebut bekerja di klien tersebut.
  4. Tidak akan memberikan layanan sertifikasi sistem manajemen kepada badan sertifikasi lain.
  5. Tidak akan menawarkan atau memberikan layanan jasa konsultasi sistem manajemen kepada pihak manapun.
  6. Tidak akan menawarkan atau memberikan layanan jasa audit internal (2nd party audit) kepada klien yang sedang dalam layanan sertifikasi PT. Tafa Sertifikasi Indonesia atau dalam masa 2 (dua) tahun sejak pelayanan terakhir.
  7. Tidak akan mendelegasikan pelayanan audit sertifikasi kepada lembaga konsultasi, namun PT. Tafa Sertifikasi Indonesia boleh saja menggunakan personil yang dikontrak secara individual.
  8. Tidak mempromosikan lembaga konsultasi manapun sebagai bagian dari kegiatan pemasaran PT. Tafa Sertifikasi Indonesia. PT. Tafa Sertifikasi Indonesia tidak akan memberikan arahan apapun kepada klien perihal lembaga sertifikasi mana yang paling tepat untuk digunakan oleh klien.
  9. Selalu merespon setiap ancaman terhadap ketidakberpihakan yang muncul yang diakibatkan oleh kegiatan layanan sertifikasi dengan cara melakukan interview langsung kepada pihak yang terkait demi mendapatkan bukti bukti yang kongkrit.
  10. Memastikan bahwa Auditor dan atau Tenaga Ahli tidak akan menerima pemberian apapun dari klien demi menjaga ketidakberpihakan.
  11. Akan mematuhi peraturan perundangan terkait anti penyuapan maupun peraturan lainnya dan mengevaluasi pemenuhan terhadap peraturan perundangan terkait anti penyuapan.
  12. Akan memenuhi kewajiban untuk melapor / memberikan setiap informasi, jika dipersyaratkan oleh regulasi dan atau diminta oleh otoritas / pihak yang berwenang

Tangerang Selatan, 02 January 2020

President Director